Penguasaan Kawasan Pantai NBD Oleh Edy Latuparissa, Dilakukan Sepenuhnya Pada 2020

MEXIN TV, KOTA KUPANG – Berdasarkan pengakuan Edy Latuparissa saat RDP dengan DPRD Kota Kupang khususnya Komisi I, mereka membeli kawasan pantai Nunbaun Delha itu pada bulan januari 2009, berdasarkan tanggal kwitansi transaksi.

Namun Ketua Karang taruna Nunbaun Delha, Zweengly Faley yang diwawancarai lewat pesan Whatsapp pada Senin (12/9/2022), menyampaikan bahwa setelah transaksi, atas kawasan pantai NBD itu oleh Edy Latuparissa maka yang bersangkutan melakukan penimbunan/reklamasi.

Baca Juga:  Ketua DPC PKB Kota Kupang" Ewalde Taek" Daftarkan  di Partai Nasdem  Sebagai Calon Wali Kota Kupang

Karena berdasarkan foto satelit pada bulan Agustus 2009, Pantai itu sudah selesai ditimbun/reklamasi. Jadi mereka timbun hanya bermodalkan surat jual beli. Tanpa memiliki dokumen resmi dari negara.

Khusus lapak para penjual ikan di lokasi pantai NBD, Edy Latuparissa mulai menyuruh membongkar lapak-lapak milik pedagang dari awal tahun 2020. Tetapi pedagang ikan mulai lakukan pembongkaran lapak ikan mereka pada bulan Mei 2020″, jelas Faley.

Baca Juga:  Lurah Tode Kiser "Terkait Tanah Dibangunnya Gedung FKPPI Itu Dengan  Urusan Agraria

Selama mengklaim kawasan pantai Nunbaun Delha, Edy Latuparissa tidak melakukan pemagaran atas kawasan  sempadan pantai itu. Tetapi yang bersangkutan membuat fondasi saja dan itu baru dibuat 2022 ini. Fondasi yang dibuat juga langsung berhimpitan dengan jalan nasional baik ke pelabuhan Teno ataupun akses ke seluruh Kecamatan Alak Kota Kupang.

Lelaki dengan sapaan karib Toya melanjutkan bahwa, selain menyuruh penjual ikan sepanjang pantai Nunbaun Delha keluar, Edy CS bersama crew memungut biaya sewa lapak di kawasan pantai NBD dengan tarif Rp 500.000 dan Rp 300.000 tergantung kesepakatan.

Baca Juga:  BUKA KKP, PENJABAT WALI KOTA MINTA PEMUDA LIBATKAN TUHAN DALAM SETIAP SITUASI

Para pedagang yang diusir keluar dari kawasan pantai Nunbaun Delha itu sebanyak 8 orang.

Delapan (8) lapak yang tergusur antara lain, lapak milik Adi Papa Lilong, Chindong, Nelci Lilong, Marce Kopong, Muti, Rahman, Seagomang dan Mas”,..( MX/JS. )